Assalaamu’alaikum wr. wb.

Suami adalah nahkoda, imam dan pemimpin dalam rumah tangga yang bertanggung jawab penuh akan baik dan tidak baiknya rumah tangga, maka suami harus menjadi Suami idaman. Apakah suami idaman itu? Suami idaman itu adalah suami yang dapat mengarahkan isteri dan anak-anaknya menuju surga yang penuh kenikmatan abadi dan menjauhkan dari api neraka jahanam.

Untuk menuju itu (surga), maka suami harus memerintahkan anggota keluarganya kepada kebajikan dan keta’atan kepada-Nya dan mencegah kepada kemungkaran kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, …” ( QS. at Tahrim :6).

Terus, bagaimana kalau suami itu tidak menjadi suami idaman? Maka suami harus mempertanggung jawabkannya. Dengan apakah suami mempertanggung jawabkannya? Tentu, dengan masuk ke dalam neraka Allah.

Bagaimana dengan timbangan amalnya lebih banyak? Suami demikian tetap akan dimasukkan ke neraka Allah, kecuali suaminya telah memelihara (mendidiknya secara maksimal) anggota keluarganya, maka suami terlepas dari tanggung jawab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya :
“…, seorang lelaki (suami) adalah pimpinan bagi anggota keluarganya dan dia diminta pertanggung jawaban. …” (HR. al Bukhari dan Muslim).

MARI KITA PELIHARA ISTERI DAN ANAK-ANAK KITA DARI API NERAKA !

Mudah-mudahan bermanfaat, referensi dari berbagai sumber, mohon dikritisi dan silakan share !

Wassalam.
Lembaga Surau.