Assalaamu’alaikum wr. wb.

Konflik rumah tangga tidak hanya antar pasangan pasutri, tetapi antara lain dapat terjadi Antara Isteri dengan Ipar Laki-laki atau Suami dengan Ipar Perempuan. Salah satu diantara konfliknya, sebagaimana dimaksud pada sabda Rasulullah SAW yang artinya :

” Janganlah sekali-kali engkau sekalian masuk ke dalam (ruang) wanita. Maka berkata seorang sahabat dari kalangan Anshor ; ” Wahai Rasulullah SAW Bagaimana pendapatmu tentang al Hamwu’ (saudara ipar isteri dan kerabat laki dari pihak suami)? ” Rasulullah menjawab : “al Hamwu adalah kematian.” (HR. Ahmad).

Hadits diatas memberikan peringatan, konflik antara isteri dengan ipar laki-laki (kerabat laki-laki) dari suami; dan konflik suami dengan ipar perempuan (kerabat perempuan) dari isteri. Konflik apakah? Tentu, fitnah kepada isteri atau suami, apabila tidak mengindahkan hadits diatas.

Tidak hanya sekedar fitnah, tetapi bagi pasutri yang tidak beriman, akan dapat membawa kerusakan yang besar dibanding orang lain, yaitu perzinahan (perselingkuhan) diantara mereka. Kenapa demikian? Karena, ipar laki-laki (kerabat laki-laki) dari suami dengan mudah berinteraksi dengan isteri.

Diantaranya, ada isteri berselingkuh dengan ipar laki-lakinya. Sebaliknya, ipar perempuan (kerabat perempuan) dari isteri dengan mudah pula berinteraksi dengan suami. Diantaranya, suami ada berselingkuh dengan ipar perempuannya. Mungkin, diantaranya melakukan perbuatan tidak senonoh kepada salah satu (pemerkosaan, pencabulan, pelecehan dan sebagainya). Kalau demikian konfliknya, maka akan melibatkan semua pihak.

Kenapa sampai terjadi? Ya, antara lain pasutri menganggap hal sepele, malahan mengangap sebagai mahrom sehingga dengan mudah memperlihatkan auratnya dihadapan iparnya atau membiarkan iparnya keluar masuk kamarnya, hal yang tak mungkin, apa mungkin saudara sendiri yang menghianatinya.

Pandangan demikian adalah suatu “kebodohan”. Hendaklah pasutri memperhatikan hal demikian, karena Rasulullah telah memperingatinya.

Referensi : Taushiah Lembaga Surau.

Wassalam,
Tarbiyah Islamiyah,
Notaris Muslim Indonesia.