Assalamu’alaikum wr. wb.
Bismillah waalhamdulillah.
Allahumma shalli ala Muhammad wa ala aali Muhammad.

Ijinkan saya menyampaikan Taushiah Singkat Lima Menit (TASLIM) pada pagi yang berkah ini, dengan judul, “Bolehkah Kita Memelihara Anjing?”

PENGAMATAN :
Ada muslimah yang memelihara anjing di rumahnya, anjingnya dapat berkeliaran di rumahnya, bisa duduk diatas kursi, naik ke tempat tidur dan bercanda dengan tuannya.

PERSOALAN :
Apakah boleh memelihara anjing di rumah ?

DALIL-DALIL :
Menurut para ulama memelihara anjing dapat dilihat dari 2 hal, yaitu :

  1. Memelihara di rumah (dalam) untuk hiasan (mainan) dan menjaga rumahnya.
  2. Memelihara di rumah (di luar = tempat khusus) untuk kemashlahatan, seperti berburu dan penjagaan (ternak).

Bagaimana dengan memelihara di rumah (dalam)? Memelihara anjing dirumah, dimana anjingnya bebas berkeliaran di dalam rumah, bisa duduk di kursi atau tidur di tempat tudur, dan dipastikan tidak aman dari air liurnya akan berceceran atau menjilat apa saja di rumah, kemudian kita pegang.

Termasuk kita yang tinggal di dalam rumah dijilatinya, maka hukumnya HARAM, sebagaimana sabda Rasulullah, artinya :

“Siapa memelihara anjing selain untuk berburu dan menjaga binatang ternak, maka amalan shalihnya berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth=sebesar bukit Uhud).” (HR. Muslim).

Hadits diatas (memelihara anjing) oleh banyak ulama dihukumi sebagai hal yang haram, karena mengurangi amalan shaleh setiap hari, disamping itu secara ilmiah terbukti, bahwa kuman anjing (jilatannya/memegang yang dijilati anjing) mengandung bakteri yang tidak mudah dibersihkan, kecuali mengunakan tanah.

Bagaimana memelihara anjing dirumah untuk berburu atau menjaga ternak? Artinya pemeliharaan dilakukan di rumah, tetapi ketika dibutuhkan dibawa berburu atau menjaga ternak pada suatu tempat. Merujuk kepada hadits diatas, maka dibolehkan tentu dengan syarat-syarat, yaitu anjing dalam posisi terikat (kurungan yang layak).

Sehingga ia tidak bebas kemana-mana dan aman dari jilatannya atau menjilat sesuatu dan dipelihara tidak dalam rumah dan apabila memungkinkan ditempatkan pada suatu tempat yang tidak menjadi bagian dari rumah, maksudnya tidak di pekarangan rumah atau disamping rumah, bukankah dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa malaikat tidak mau datang ke suatu rumah, apabila ada anjing disana?

Bagaimana memelihara anjing untuk menjaga rumah, sebagaimana banyak dilakukan umma?
Jumhur ulama mengatakan haram, seperti Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya “Al Mughni” dan, kenapa demikian, bukankah untuk menjaga boleh? Adapun alasannya memelihara anjing di rumah untuk penjagaan, dipastikan tidak aman dari air liur anjing atau benda-benda di rumah akan dijilati, karena sudah pasti anjingnya di lepas.

Bagaimana memelihara untuk menjaga rumah, tetapi anjingnya diikat dan aman dari air liurnya? Hal ini dimungkinkan anjing menjaga rumah, walaupun dengan terikat, anjing masih bisa menyalak, dengan salakan anjing bisa memberitahu tuannya.