Assalamu’alaikum wr. wb.
Menurut suatu riwayatnya, salah satu penghuni surga adalah seorang mukmin (lihat QS. al Mukminin :1-11) yang ridho dengan taqdir penyakitnya. Dia tidak berusaha meminta kepada Allah, agar dia disembuhkan dari penyakit itu.
Benar-benar menyerahkan kesembuhannya semata-mata kepada kehendak Allah, sebagaimana riwayat dari ‘Atho bin Robbah Ra. berkata:  Ibnu Abbas berkata kepadaku yang artinya : “Ketahuilah, aku akan khabar kepadamu seorang perempuan penghuni surga. Aku jawab : “Ya.” Ibnu Abbas berkata : “Perempuan itu datang kepada Rasulullah seraya berkata : “Sesungguh aku ini seorang pengidap epilepsi dan apabila penyakitku kambuh pakaianku tersingkap. Berdo’alah kepada Allah untukku.”
Beliau menjawab : “Jika engkau mau bersabar, engkau mendapatkan surga. Tetapi kalau engkau mau, aku akan mendo’akan kepada Allah agar engkau sembuh. Perempuan itu menjawab : “Aku bersabar.” Akan tetapi ketika penyakitku kambuh tersingkaplah pakaianku. Berdo’alah kepada Allah agar pakaianku tidak tersingkap.” Kemudian Rasulullah SAW mendo’akannya.”  (HR. Bukhari dan Muslim).
Bagaimana kalau dia berdo’a atas kesembuhannya ? Tentu tidak ada masalah, namun jaminan surga tidak akan diperolehnya. Terus, apakah yang tidak boleh ? Tentunya, mereka yang tidak ridho dengan penyakit yang diberikan (Allah).

Mari Bersabar dengan Penyakit! Demikian disampaikan, mudah-mudahan bermanfaat, diambil dari berbagai sumber, silakan koreksi dan silakan share?

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Lembaga Surau.