Assalamu’alaikum wr. wb.
Salah satu sikap yang harus dilakukan seorang sakit  adalah berbaik sangka kepada Allah. Apakah maksud berbaik sangka kepada Allah itu? Maksudnya, Allah memberinya penyakit, karena Allah merahmatinya (mencintainya), bukankah Allah akan menghapus dosa-dosanya?
Bukankah kelak nenghadap Allah tanpa dosa? Bukankah penyakit itu jalannya kesurga? Bukankah habis gelap muncul terang (keberkahan)? Kemudian, ia berharap rahmat itu, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Janganlah salah seorang diantara kalian mati, kecuali berbaik sangka kepada Allah.” (HR. Muslim dan Abu Dawud).
Makanya, orang yang berbaik sangka akan selaras dengan rahmat Allah, sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi, artinya : “Aku tergantung kepada prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
Artinya, apabila berbaik sangka kepada Allah, maka Allah memberi rahmat. Itu akan terpancar dari wajahnya yang ikhlas. Sebaliknya, apabila berburuk sangka, maka Allah memberi kemurkaan kepada hamba-Nya. Itu akan terpancar dari wajahnya yang gundah gulana, malahan ada diantaranya meninggalkan Allah.
Mereka berkata : “Allah tidak adil,¬† tidak sayang, tidak …, dan tidak ada gunanya meminta lagi”. Sangat disayangkan, akhirnya mereka putus asa dan meninggal dalam keadaan dimurkai Allah.
Demikian disampaikan, mudah-mudahan bermanfaat, diambil dari berbagai sumber, silakan koreksi dan silakan share?
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Lembaga Surau.