Assalamu’alaikum wr. wb.
Orang sehat ada yang meninggal dan orang sakit ada yang meninggal. Tentu, semua yang meninggal mengalami masa sakaratul maut. Tentu pula, pada sa’at sakaratul maut, ada kesempatan keluarga (orang sekitarnya) untuk mentalqinkannya. Apakah itu mentalqinkan? Mentalqinkan adalah menuntun atau membimbing orang dalam sakaratul maut mengucapkan shahadat, yaitu : ” LAA ILAAHA ILLALLAH.”
Apakah perlunya mentalqin orang sakaratul maut? Untuk mengingatkan yang akan mati dengan kalimat Allah (bersama Allah), apabila ia bisa mengucapkan, maka ia meraih surga yang dipenuhi pesona keindahan dan kenikmatan.
Rasulullah SAW bersabda, artinya : “Talqinkan orang yang mau mati dengan kalimat laa ilaaha illallah.” ( HR. Muslim). Pada riwayat lain, artinya : “Barang siapa yang ucapan terakhirnya la ilaaha illallah, maka ia akan masuk surga.”
Biasanya, orang bisa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah berbanding lurus dengan keimanannya. Namun, kita sebagai anggota keluarga atau orang sekitarnya pada sa’at orang sakaratul maut berkewajiban membimbingnya. Ia bisa atau tidak mengucapkannya itu urusan Allah.
Semoga bermanfaat, referensi dari berbagai sumber, silakan koreksi dan share!
Wassalamu’alaikum wr. wb.